Program `7 days With March` membuka cakrawala baru dalam pengalaman saya, terutama dalam mengendarai roda empat. Program ini telah memberi kesempatan luas kepada masyarakat awam untuk menguji dan membuktikan kehandalan atau menemukan kelemahan produk jenis mobil ini.
Dengan demikian, bukan orang dalam (red: perusahaan mobil) yang bilang bahwa mobilnya bagus, tapi justru orang lain yang diberi kesempatan menilai kehebatan mobil ini melalui program test drive-nya. Sungguh suatu program yang harus mendapat apresiasi kepada pihak manajemen PT Nissan Motor Indonesia (NMI).
Pada hari keenam bersama Nissan March, saya ingin membuktikan antara iklan dengan realitas. Ternyata, apa yang disajikan di iklan sesuai dengan kondisi sebenarnya. Kamis (22/9/2011), saya menguji kapasitas bagasi Nissan March warna sunlight orange, Alhamdulillah, 3 koper masuk semua. Dengan rincian dua koper ukuran besar dan satu ukuran sedang.
Dengan jujur saya berkata bahwa desain kabin march imut (marmut) ini sangat pas dan cocok di hati calon konsumen. Sebagai orang yang dipercaya PT Nissan Motor Indonesia (NMI) menjajal mobil ini hingga hari kelima (Rabu, 21/9/2011), saya sudah membuktikan langsung bahwa kabin mobil ini terasa luas dan lega.
Melanjutkan cerita bersama Nissan March di hari keempat, mobil lincah ini, Selasa (20/9/11) pagi goes to campus Universitas Negeri Jakarta (UNJ), kawasan Rawamangun, Jakarta Timur. Dimana saya menimba ilmu bersama ribuan mahasiswa lainnya.
Dengan melintasi kepadatan lalulintas di Jalan Kalimalang (Jalan KH Noer Ali), mobil marmut (March Imut) kembali tampil mempesona di antara berbagai jenis dan produk kendaraan bermotor di jalanan.
Bodi dan warna orange tentu menarik perhatian semua orang di tengah jalan, termasuk jalur padat lalulintas seperti di Kalimalang. Ini memang saya sengaja lewat akses jalan yang menghubungkan wilayah Bekasi-DKI Jakarta ini, Tidak melalui jalan tol, karena saya ingin menjajal sejauhmana kegesitan dan keunggulan si marmut di jalan padat.
Ternyata, semua rintangan lalulintas seakan tidak berarti pada mobil ini. Sebagaimana dimaklumi, arus lalulintas Jalan Kalimalang, mungkin terpadat di Jabodetabek, selain mobil pribadi, jalan ini juga dipadati sepeda motor, angkutan umum dan lainnya.
Tapi realitasnya, mobil ini mampu menelusuri jalan dalam kondisi prima. Dengan kecepatan terukur, mobil ini tiba di kampus dan langsung parkir di deretan mobil-mobil teman satu kampus, dosen dan guru besar UNJ.
Kedatangan si marmut ke kampus, sepertinya membawa nuansa baru. Apalagi stiker `7days With March` yang ada di sisi kanan dan kiri bodi mobil, menambah penasaran di hati sejumlah mahasiswa. Mereka tentu ingin mengetahui lebih dekat mengenai profil mobil ini, apalagi mobil Nissan March memasuki area parkir di depan Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP).
Bahkan mobil ini sempat keliling di dekat pintu gerbang kampus UNJ, mulai dari tempat parkir fakultas, di depan masjid alumni. Kalangan mahasiswa, pedagang dan tukang parkir mengamati pergerakan mobil Nissan March yang seakan sedang melakukan show di area kampus. Tidak ketinggalan sejumlah pengendara mobil lain, juga ikut memperhatikan mobil ini.
Usai mata kuliah pertama, saya beserta sejumlah teman-teman makan siang bersama di Waroeng Steak, di kawasan Rawamangun, Jakarta Timur, lokasinya tidak terlalu jauh dari kampus. Intinya, marmut, begitu panggilanku kepada mobil ini, untuk menunjukkan kepada calon konsumen bahwa mobil ini layak untuk mahasiswa, dosen atau pegawai kantoran.
Lalu, apa kata mereka :
“Mobilnya unik, shop bekernya juga enak koq….Terus accesoris dalam mobil lumayan bagus, dan model mobilnya luci, beda dari yang lain. AC-nya juga dingin dan kelihatan, mobilnya kecil, tetapi dalamnya luas.”
“Asyik banget, ADEM...DEM DAH LEBIH BETAH DI DALAM MOBIL DARIPADA DI DALAM KELAS. NYAMAN BANGET DAH…”
Dengan demikian, tidak salah bila saya member referensi, sesuai pengalaman bersama Nissan March sejak beberapa hari ini, bahwa mobil ini layak menjadi satu di antara pilihan konsumen untuk memiliki kendaraan pribadi atau mobil operasional kantoran. Terus terang, mobil ini boleh dikata semua serba oke, baik BBM-nya irit, gesit dan cocok buat kalangan mahasiswa, terutama mereka yang mampu secara ekonomi.
Sesungguhnya, kendaraan bermotor roda empat yang disiapkan untuk merangkul kawula muda, termasuk mahasiswa, di antaranya adalah mobil ini. Bukan promosi mengada-ada, atau memberi informasi yang berlebihan, Buktinya, melalui program `7days With March` ini, saya lebih tahu secara mendetail tentang kegesitan mobil, khususnya mobil ini.
Dengan kondisi bodi yang nampak mungil ini, sebenarnya akan memberikan gerak yang leluasa di antara kepadatan lalulintas. Kemudian, mobil ini juga praktis buat keluarga muda dan penghuni perumahan padat penduduk, termasuk yang memiliki garasi mobil di rumah yang tempat terbatas.
Bagaimana kelanjutannya, ikuti terus cerita saya bersamaNissan March `7 Days With March` Tidak kecewa dech....
Bonus Video :
Saat si Marmut (red: Nissan March) goes to campus..!
Di hari ketiga bersama Nissan March, tidak putus cerita. Mobil ini banyak menyimpan sejuta kata yang perlu di share (dibagikan) kepada teman blogger. Karena ini adalah pengalaman pribadi saya bersama marmut (march imut).
Sungguh menakjubkan, mobil ini berkapasitas 4 orang bersama pengemudi. Namun di jok belakang, bisa ditempati 3 orang, karena joknya masih lega bila diduduki dua orang. Jika tiga orang pun tidak terlalu sempit. Jadi, saya hitung-hitung, penumpangnya 4 orang. Dengan rincian, satu di samping pengemudi, dan 3 di jok belakang.
Saat `marmut` membawa tiga penumpang, di jok bagian belakang tampak lega. Malah `Babeh` bilang, “Bisa duduk bersila di belakang, kayak orang duduk lasehan, atau ngaji Yasinan.”
Tapi saya pikir-pikir, betul juga tuh kata si babeh. Begitu saya lihat ke belakang, babeh duduk bersila, padahal postur tubuhnya terbilang gede dan kakinya juga tidak sempit dengan jok depan. Ukuran yang benar-benar pas buat keluarga muda, atau untuk kendaraan kantor atau ke kampus.
Terus, di bagian dalam, atap mobil seperti melengkung modis. Mungkin menyerap aspirasi konsumen, sehingga kepala memiliki jarak beberapa centimeter, dan banyak lagi cerita soal keunggulan marmut ini. Pendek kata, desain mobil ini memang sesuai kebutuhan dan aktifitas pengendara mobil. “Duduk leluasa dan masuk garasi sempit no problem...!” Kata satu rekanku.
Kemudian, marmut saya jajal di garasi rumah ukuran type 36. Sungguh fantastis, marmutbisa masuk dengan pas, meski ruang garasi pun terbatas. Beberapa waktu lalu, mobil saudaraku ukuran dan produk lain, Nampak sulit masuk garasi. Tetangga sempat terganggu atau terusik, karena harus diberi aba-aba, mirip tukang parkir. “Terus…kanan..teruss..kiri.kiri...Oppp!”.
Kalau di marmut, tidak pakai seperti itu, mobil ini dapat masuk untuk istirahat, sebelum melanjutkan perjalanan pada hari keempat, Selasa (20/9/2011).
Mau bukti, lihat videonya saat marmut masuk grasi...!!
Seperti sebelumnya, Senin (19/9/2011) marmut saya pacu lagi ke daerah Bogor, Jawa Barat, untuk silaturahmi ke rumah saudara. Seperti biasa melalui Tol Jagorawi dan mengantar `babeh` saya ke kantor nya di Jalan Gajah Mada, Jakarta Barat. Otomatis melalui Tol Jagorawi-Semanggi dan Jalan Jenderal Sudirman-Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Jalan Gajah Mada, Jakarta Barat. Dan Jalan Hayam Wuruk, Jalan Kramat Raya, Tol Cikampek dan finish di Rawalumbu, Kota Bekasi.
Mobil ini tidak rewel dan apalagi melewati `polisi tidur` di sejumlah perumahan di Bekasi maupun di tempat lain. “Mobil ini kagak ada duanya.” Begitu dalam pikiranku di saat menulis blog ini.
Selasa (20/9), marmut akan menemani saya ke Kampus Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Rawamangun, Jakarta Timur.
Hari kedua, mobil Nissan March dalam program `7days With March`, kembali menelusuri kawasan Jakarta, Bogor, Bekasi dan Depok (Jabodetabek) dengan bebagai kondisi badan jalan, mulai dari jalan mulus, bergelombang, rusak dan berlobang, dapat ditembus March Imut (Marmut) tanpa rintangan.
Marmutmemang handal di berbagai tantangan. Jalan lingkungan, jalan rusak, tanjakan dan menurun. Hanya satu kata yang dapat diucapkan, termasuk penumpang mobil lincah ini, yakni`mobil ini emang oke.`
Berangkat dari rumahku di kawasan Rawalumbu, Kota Bekasi, Jawa Barat, Minggu (18/9/2011) dengan rute Rawapanjang, Tol Cikampek-Tol Cikunir-Jagorawi-Jalan Raya Sukabumi, Desa Cihedeng, Jalan Sawangan, Jalan Meruyung Raya (Masjid Kubah Emas). Kemudian Jalan Cinere Raya, Pondok Labu, Jalan RS Fatmawati, Jakarta Selatan, Tol JORR dan Rawalumbu Bekasi, total jarak tempuh 173,2 Km.
Sejak hari pertama hingga hari kedua, posisi BBM tinggal 5 dari 8 strip fulltank. Bila hari pertama, rute Kantor PT Nissan Motor Indonesia, Jalan MT Haryono, Semanggi, Kebayoran Lama, Larangan, Cileduk, Tangerang, dan kembali ke markas di Rawalumbu, Bekasi. Bahkan di Tol Cikampek arah Bekasi, kecepatan sempat dipacu mencapai 120 Km/jam.
Pada hari kedua, saat di Tol Jagorawi kecepatan 80 Km/jam dan selanjutnya disesuaikan dengan kondisi arus lalulintas di Jalan raya Sukabumi, Jawa Barat. Intinya adalah, yang ingin saya sampaikan, mobil si marmut orange ini boleh dikata hemat BBM (Bahan Bakar Minyak) jenis Pertamax.
Selain itu, marmut juga melakukan perjalanan ke obyek wisata buah yang dikenal Warso Farm di Cijeruk, Kabupaten Bogor. Si Marmut sempat parkir di lahan pertanian yang mendunia ini. Dalam pemantauan, selama di perjalanan, si marmut, menjadi pusat perhatian masyarakat, apakah karena bodinya memang imut, atau karena jalannya yang lincah (?).
Menerobos berbagai kondisi jalan, dari Warso Farm menuju Masjid Kubah Emas, Depok. Terus terang, kondisi jalan tidak mulus, maklum melalui jalan alternatif, tapi, Alhamdulillah, si marmut tidak menyerah, baik jalan tanjakan, menurun dan jalan berlobang, semuanya dilewati dengan prima.
Keunggulan banyak dimiliki Nissan March ini, antara lain hemat BBM, bodi yang lincah dan modis, cocok untuk kalangan muda, intelektual muda (mahasiswa), handal di segala jalan.Desain dalam mobil terasa lega.“Semuanya serba oke`.
Jujur, saya yang diamanahi mengendarai marmut, di batch 4 `7days with march`, baru dua hari, saya belum menemukan kelemahan yang cukup berarti, khususnya penggunaan BBM, tanpa mengecilkan ahlinya, mobil dua hari sudah saya bawa ke mana-mana menelusuri jabodetabek, bensin masih tinggal 5 strip, padahal semua kondisi jalan sudah diterobos oleh si marmut di Jabodetabek, bukan hanya di dalam kota, tapi juga sampai di pinggiran Jakarta.
Mau tahu cerita apa saya besok, simak terus laporan pandangan mata dan pengalaman saya bersama Nissan March.
Bonus video
perjalanan marmut menuju Warso Farms. Jalan berkelok dan sempit dilewati dengan ceria olehNissan March.....