Rabu, 01 Januari 2014

[REVIEW CineUs - EVI SRI REZEKI] : Kisah Antara Ambisi dan Persahabatan

 
 
http://www.smartfren.com/ina/home/



Bismillahirrahmanirrahim..

Haiiii, udah lama yak gak nyoret di blog ini. maklum, kemarin lagi fokus sama kuliah kebetulan semester ini ngambil PPL. Banyak kejadian yang terjadi dalam proses PPL tersebut. Gak usah disebutin ah, gak akan ada habis ngebahasnya.. Ah sudah lah yang terpenting semua sudah terlewatin, yang penting adalah tetap bersyukur, biarin aja Allah yang membalasnya ya.
Oke, saya membawa misi yang berbeda, dimana aku belum pernah membuat tulisan untuk mereview, eh pernah denk, sewaktu mereview tentang mobil atau tentang sebuah produk makanan. hehehe. kali ini bedaaaaaaa lohh, Insya Allah mau review sebuah novel. *wah....seru nih..*
izinkanlah saya memulai untuk mereview novel “Cine Us” sebuah karya dari Evi Sri Rezeki *ishh.. resmi sekali bahasanya..*




[REVIEW CineUs - EVI SRI REZEKI] : Kisah Antara Ambisi dan Persahabatan

Yuk, intip dulu spesifikasi dari “Cine Us” ya.. baru deh mengulas isi dari novel tersebut...
Judul                                     : CineUs  
No. ISBN                               : 978-602-7816-56-5
Penulis                                  : Evi Sri Rezeki
Penyunting                          : Dellafirayama
Penyelaras Aksara             : Novia Fajriani, @kaguralian
Penata Akasa                      : Nurul M Janna
Perancang Sampul            : Fahmi Ilmansyah
Penggambar ilustrasi isi  : Anisa Meilasyari
Penerbit                                : Noura Books
Terbit                                     : September - 2013
Jumlah Hal.                          : 304
Jenis Cover                          : Soft cover
Harga                                     : Rp48.500
Tebal                                      : 13x19cm 

novel ini mengisahkan tentang ambisi dan persahabatan loh, eits tapi cerita ini unik. mereka semua suka banget tentang dunia perfilman.. 

terus bagaimana dengan ambisinya?


Alkisah, ada tiga orang sahabat, Lena, Dania, dan Dion. mereka bersahabat dan satu kelas. hobi yang mereka gemarin adalah mengenai FILM ! dan mempunyai impian bisa mendirikan suatu klub disekolahnya, tentu saja tentang film.
Impian mereka terkabul ! 
Betapa senangnya mereka ketika mendapatkan izin dari Wakasek untuk mendirikan Klub Film di Sekolah. WOW! walaupun akhirnya mendapatkan ruangan yang tak layak karena bangunanya sudah lama. ketua dari Klub Film ini adalah Dania, Dion yang selalu memegang handycam merekam setiap kejadian apa saja. Sedangkan Lena, bagian editor. 

Setelah itu mereka merekrut anggota dengan berbagai cara, membagikan brosur kepada siswa, mengadakan nonton film bareng. selama setahun mereka lakukan itu dan hanya mendapatkan 7 anggota saja. 
Lena udah lama menjomblo. Terakhir bersama Adit. Selama berpacaran dengan Adit, Lena itu tipe orang yang gak cemburu dan gak posesif. karena itu adit menyukainya. Adit sangat menyukai film, apalagi bercita-cita sebagai CINEAS. Sebenarnya Lena punya potensi tersebut. 
Suatu ketika, ada perlombaan film.. Adit, sang pujaan hati berturut-turut menang dalam perlombaan tersebut. Namun kali ini takdir berkata lain, ternyata Adit kalah. dan kalian tau siapa yang bisa mengalahkan Adit? Iya! Lena! pacarnya sendiri. detik itu juga, Adit menjadi murka kepada Lena, berubah 100 derajat menjadi jahat sejahatnya deh. langsung diputusin begitu saja sama Adit. Oh My God, rupanya Adit tak suka bila ada yang bisa mengunggulinya. 
Dari kejadian itulah kenapa Dania dan Dion pantang menyebut namanya! karena sangat meninggalkan luka yang paling dalam baginya bila menyebut bahkan mengenangnya.
Ketika lagi mengedit film, ponsel Lena berbunyi sebuah nomer yang tak dikenalnya. ia adalah mbak Ratna, dari Festival Film Pendek Remaja. ternyata mbak Ratna menawari Lena untuk mengikuti kompetisi yang sama seperti tahun lalu. 
Kalian tau, ternyata Adit masih ‘peduli’ dengan Lena. Adit mengajak taruhan siapa yang akan menang dalam Festival tersebut. Adit atau Lena. Jika Adit menang, Lena harus siap untuk mencuci kaki dan menjadi penggulung kabel selama setahun, gak hanya itu semuanya difoto dan di upload kemedia sosial loh, begitu juga sebaliknya jika Lena yang menang. Tanpa pikir panjang lena menerima taruhan tersebut.
Rasanya saat bertemu pertama kalinya dengan Anak Hantu, Lena mulai merasakan bagaimana rasanya berteman lebih jauh dengan cowok. hiihihi. 


Dari pertemuan tak disengaja, Lena mulai mencari sosok misterius yang ditemuinya semalam, mulai dari plan A hingga C. kalian tau, Lena sampai nekat mencari data siwa ke bagian TU hingga ia dituduh sebagai pencuri data siswa karena dengan sengaja membawa nama Pak Kandar dalam aksi nekatnya. Hingga ia di skors hingga seminggu loh. Ya, Semuanya itu karena Rizki
Pertemuan selanjutnya, lagi-lagi disaat Lena diskors dan bersembunyi di basecamp Klub Film, karena takut ketahuan penjaga sekolah, akhirnya Lena mengumpat. Gak sengaja lagi bertemu dengan Anak Hantu tesebut.
Saat itu Rizki mengajak Lena ke suatu tempat melewatin lorong rahasia loh, ternyata jalan tembus ke perumahan. mereka berhenti di rerumputan, mereka saling berkenalan dan bertukar rahasia. Pertemuan selanjutnya, Rizki mengajak lena ke suatu tempat rahasia lewat jalan yang sama namun lebih angker, ternyata lena dibawa ke bunker. Nah, bunker ini markas untuknya dan  Ryan, ada fasilitas internetnya juga loh. hebat kan Rizki.
Lena membaca karya-karya desain dari Rizki, eitss dia merasa gak asing lagi deh dengan desainya yang menjadi favoritnya yaitu Serial Stream Of Stars woho....Lena berhasil menguak siapa creatornya dan ternyata Rizki lah dibalik semuanya... Rizki pun berhasil bergabung dengan Klub Film dengan catatan ada suatu perjanjian dengan Lena yaitu dia tidak akan membocorkan rahasianya asalkan Rizki mau bergabung dengan Klubnya.
Balik lagi ke ambisi Lena begitu kuat, bahwa dia harus memenangkan festival tersebut. kalian tau, karena ambisi tersebut terjadilah banyaaaaaaaaaaakkk banget permasalahan yang timbul...
  1. Romi, dkk keluar dari Klub Film
  2. Romi membuat Movie Club dan mengambil alih Basecamp Klub.
  3. Bungker rahasia pun ikutan diacak-acak oleh manusia tidak bertanggung jawab, diduga pelakunya adalah Romi,dkk.
  4. Skenario yang berjudul Twin, telah dicuri oleh Romi. Hingga Romi niaat banget menyewa crew film professional untuk membuat film tersebut
  5. Dion ada dilokasi kejadian bersama Romi,dkk. Tanpa mendengar penjelasan dari Dion terlebih dahulu, Dania dan Lena langsung memaki-makinya didepan semua. Dion sangat shock, kemudian meninggalkan Dania dan Lena. Semenjak kejadian tersebut, Dion menghilang dari kehidupan Dania dan Lena.
  6. Setiap hari adit terus saja meneror Lena lewat twitter
  7. Menghadiri pengumuman festival tanpa adanya Dion, *eits ternyata dion menyusul mereka ke Jakarta.. horee*

Seusai pengumuman festival film pendek remaja di Jakarta, ada kebanggaan sekaligus luka.
-      Kembalinya Dion kepada Lena, Dania, Ryan dan Rizki. banyak perubahan yang terjadi padanya
-      Berhasil menyabet semua kategori, Skenario terbaik atas nama Lena “Superhero” dan Film Pendek terbaik “Untuk Dion”. semuanya juara satu loh.
-      Ada kesalahpahaman mengenai Lena menjadi pemenang Skenario terbaik, karena karya Superhero bukanlah karyanya melainkan Rizki..
-      Pertengkaran hebat antara Lena dan Rizki terjadi diluar gedung ... Rizki sangat kecewa kepada Lena, karena ambisinya untuk menang di Festival ini, ia sampai memakai karya Rizki. dan Meninggalkan Lena begitu saja. Dari situ, Rizki sulit sekali untuk dicari.
-      Entah mengapa, Dania sahabatnya juga ikut meninggalkan Lena seorang diri setelah memarahinya.
-      Hanyalah Dion, yang setia menemani Lena. Dion percaya, bahwa Lena tidak akan  melakukan perbuatan curang.
-      Hampir satu minggu Lena dan Dania tidak ketemu, bentrok sama Pekan Olahraga disekolah
-      Hingga setelah selesai PoKar, Lena bertemu Dania dirumahnya. Ternyata mereka berdua tidak bisa lama-lama berantem loh. dan, Dania baru sadar karena dialah yang salah memasukan skenario ke dalam amplop sebelum diserahkan kepada mbak Ratna.
-      Basecamp Klub Film berhasil direbut kembali, dan menagih janji Pak Kandar bersedia membantu dana untuk Klub Filmnya, beliau juga yang turun tangan menjadi pembina dari Klub Film. Karena dari dua Klub disatukan Movie Club dan Klub Film, jadi berubah nama menjadi Cine Us.

Kalian tau, siapa otak dibalik semua permasalahan yang timbul ??
Iya, Romi

ketika Lena melihat Romi berkelahi dengan Adit, dengan sengaja Lena bersembunyi dibalik pohon dan Dion merekam semua kejadian yang terjadi.
Ternyata Romi adalah kaki tangan Adit !!
Adit lah yang mempunyai rencana semuanya, mulai dari gabung dengan klub film, membuat keonaran, merebut basecamp, mengacak bungker, mencuri ide skenario hingga talentnya. dan memanfaatkan keluguan Dion hingga membuat mereka bertengkar!


Karakter Lena       : Suka telat ke sekolah, Suka banget dengan film, bercita-cita menjadi Cineas Selalu bertindak bodoh tanpa memikirkan dampaknya
Karakter Dania      : Cerdas, hobinya aja belajar belajar dan belajar, dania itu ketua klub film, sifatnya sangat keibuan, bisa mengontrol emosinya.
Karakter Dion        : Mempunyai kebutuhan khusus, dalam artian sulit untuk bisa fokus kepada suatu hal. gak bisa lepas dari handycam, barang yang paling berarti.
Karakter Rizki       : Creator webseries, Anak Hantu. eits itu hanya panggilan lena untuknya, karena tiba tiba nongol ditengah malam, sulit ditebak, sangat melindungin dan menjaga lena
Karakter Ryan       : Mate-nya Rizki, kemana ada Ryan disitu ada Rizki, partner dari Rizki jg, jago dalam musik.
Karakter Romi       : Egois, Kaki tangan Adit ! sangat menyukai Renata.
Karakter Renata    : Ketua geng poros, sangat disukai oleh Romi
Karakter Pak Kandar : Pengganti Bu Diana sebagai Wakasek, Sangat disiplin,
Karakter Mang Jaka : Pedagang di kantin sekaligus sang informan bagi Ryan dan Rizki









Secara keseluruhan, saya bisa ‘masuk’ ke dalam ceritanya, selalu membayangkan dan menebak dari setiap chapternya. saya bisa dibilang pilih pilih dalam memiliki sebuah Novel. Selamat “CINE US” berhasil ku pilih dan baru sempat kubaca 2 hari ini, padahal belinya udah lama hehe ya maklum karena kesibukan selama kuliah. akhirnya selesai kubaca juga dalam 2 hari tersebut. Sebenarnya bisa aja kubaca dalam waktu setengah hari loh. hihihihi

 
-      Salut bisa nemu ide tema novelnya, jarang loh bahkan bisa dibilang ini pertama kalinya ada novel yang mengangkat tema dunia perfilman.
-      Karakter utamanya udah kuat banget.
-      udah bisa membawa saya berandai-andai ada ditengah ‘mereka’ hihihi.
-      Buatlah karya seunik ini dengan tema berbeda ya ^_^ saya tunggu karya Evi Sri Rejeki selanjutnya



Pada halaman 110, chapter 7: Who’s Challenging?”
“Bersyukurlah kalau kalian dapat kritikan, berarti karya kalian diapresiasi. Kalau sebuah karya  sudah dilempar ke masyarakat, karya itu bukan milik kalian lagi. sudah jadi milik publik”
Jadi, mulai dari mana dulu ya? hehehe . Apapun itu kritikan dari saya, semoga kedepannya bisa bermanfaat untuk “Cine Us” . Cheers ^_^
-      Agak susah nyari novel ini, sewaktu mencari di Gramedia, Mall Metropolitan Bekasi. Langsung kan dicari dari mesin pencari tuh, Bahagianya ketika melihat masih ada stok 24 buku lagi *sayang lupa difoto* . Gak ada informasi mengenai letak bukunya pun, OMG -__-
muter-muter untuk mencari dan akhirnya memutuskan bertanya sama karyawannya, begini dialognya 
me               : Mas, masih ada Novel Cine Us karya Evi Sri Rezeki gak ya? dicari dari tadi belum ketemu.
Karyawan     : sudah cari di mesin pencari? Penerbitnya apa?
Me               : sudah mas, masih ada 24 stok lagi koq. penerbitnya Noura.
Karyawan     : Oh gitu, coba disebelah sana mbak *sambil menunjuk ke sebuah meja dengan tumpuk-tumpukan novel*
me               : oke, terimakasih

Fyuhh ketemu juga, eh tunggu dulu, ada disebelah mana letak novelnya?
hampir 2 keliling mencari dan membaca satu satu novel yang ada disitu dan kamu tau ketemu dimana novelnya? sangaat diluar dugaan!!


ada disempilan laci rak paling bawah



Ah sudah lah, yang penting sekarang novelnya udah ketemu ^_^

siap untuk dibaca ^_^


-      Gak suka sama cover depan novel (yang ada lipetannya itu loh) covernya jadi gampang sobek dipinggirnya :”(


-      Kurang greget di akhir cerita. Belum ada penjelasan mengenai akhir dari proses penembakan antara rizki sama Lena. soalnya kan saat di Jakarta gak jadi karena ada kesalahpahaman hehe Belum lagi siapa yang akhirnya disukai oleh Dania.? 
     Akankah dion sembuh dari penyakitnya? lalu bagaimana dengan keluarga Dion? Sangat setuju, jika Cine Us berlanjut menjadi “Cine Us : Part II”
-      Kurang sketsa gambar di setiap chapternya nih, jadi kurang lengkap membayanginnya. hehehe jadi, gambar yang ada di Cine Us hanya ada di chapter tertentu saja.
-      Banyakin komentar dari penulis terkenal lainnya, disini kulihat hanya ada komentar bang Dennis (bagian depan cover novel) dan Orizuka (bagian belakang). Menurutku, min. 5 komentarnya . ini trik juga loh untuk menarik perhatian calon pembeli. karena biasanya saya melihat dari sisi sinopsisnya dan komentar-komentarnya.



Ini ada beberapa kalimat/kutipan Favorit yang ada di Cine Us..

“Bersyukurlah kalau kalian dapat kritikan, berarti karya kalian diapresiasi. Kalau sebuah karya  sudah dilempar ke masyarakat, karya itu bukan milik kalian lagi. sudah jadi milik publik” hal 110
 
“Rasa marah adalah musuh besar logika. Barangkali, kemarahan adalah penyebab kebutaan kami” hal 161

“...Tindakan yang diambil dalam keadaan emosi akan sia-sia dan cenderung merugikan.” –hal 171

“...Kemenangan lahir dari proses, dari perjuangan! Kamu tahu, sebanyak apa pun kamu mencari pengakuan dari orang lain, kamu tidak akan pernah bisa memuaskan dirimu sendiri! Karena kepuasanmu bukan berasal dari hatimu sendiri!...kamu menyedihkan” –hal 226


www.noura.mizan.com  

Oke, sekian mereview Cine Us karya dari Evi Sri Rezeki. 

Tulisan ini dibuat untuk berpartisipasi dalam Lomba Review Novel CineUs Bersama Smartfren dan Noura Books 

 





Warung Blogger

 

 

Terimakasih para pengunjung yang telah membaca ulasan saya. semoga bermanfaat untuk kita semua, terutama untuk sang penulisnya. Mohon maaf apabila dalam ulasan terdapat kata-kata yang tidak berkenan. karena sesungguhnya ini adalah pertama kalinya me-review sebuah novel


Salam Sukses



21 komentar:

Karya-Karya dari Evi Sri Rejeki sangat Menginspirasi :)

wah.. keren.,.... baru baca awalnya aja udah keren.. semangat yah mbak

Artikel yang membangun.. semangat mbak

Semoga aku bisa membeli bukunya. aamiin hehe

keren..yang saya suka dari komik ini adalah tidak menceritakan tentang cinta,cinta,dan cinta,...temanya berbeda dari yang lain...konfilk yang diberikan pun susah ditebak sehingga membuat pembaca terus penasaran ingin membaca hingga selesai :)

Review yang bagus, komplit, dan menarik. Intinya aku bisa paham dan ikut berimajinasi tentang alur cerita novel ini. Good job, kawan :)

wahh keren aku suka bnget , apalagi dngan tema wacananya tentang mimpi (dremhigh) like bnget dah :)

Sangat bagus tulisannya,,
perlu menjadi referensi untuk ku baca kayaknya ni novel,,,

Tetap semangat Sdr Nadya Syifa harus menang Lomba Review Novel CineUs Bersama Smartfren dan Noura Books ya,,,,

Keren reviewnya, walaupun baru pertama ngereview novel,,
pengarangnya evi sri rezeki ya...
semoga menang ya kak

Tetap semangat Sdr Nadya Syifa harus menang Lomba Review Novel CineUs Bersama Smartfren dan Noura Books ya,,,,

WoW
I think that's really good article ..
So many morale that we can get from that book..
Recommended :D

Wow, artikelnya keren bgt kak! wajib dibaca nih, makasih juga ya buat rekomendasi novelnya... *brb beli novel CineUs YUk Capcuzz ke toko buku ;)

keren banget novel nya..ceritanya menjadi inspirator dan motivator buat kitaa..

Setelah membaca artikel (Risensi) ini saya jadi tertarik memiliki novel ini.Karna di artikel (Risensi) ini saja sudah terlihat menarik apa lagi kalau membacanya pasti akan lebih menggetahui apa inti dari novel itu. . .

Trimakasih

wah kayaknya menarik tuh,jadi pengen punya novelnya.....

novel yang sangat menarik dan rekomen untuk dibaca :D

good luck untuk lomba reviewnya ya..

semangat

Terima kasih sudah mengapresiasi novel CineUs. Semoga nanti berkenan mengapresiasi sekuelnya :)

Terima kasih sudah mengapresiasi novel CineUs. Semoga nanti berkenan mengapresiasi sekuelnya :)

Posting Komentar

Hello.
Thank you for reading my article.

Do you have any suggestions or criticisms?

Please comment in accordance a good language and correct.

note.
NO SPAM, NO SARA


Thank you
stay healthy and safe
Better Life With MCI

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More